Menerima apa adanya

Manusia itu tempatnya salah, yang bener hanya Allah SWT. Banyak pendapat seperti itu, tp emang bener yang paling bener itu cm Allah SWT. Manusia emang punya salah, banyak malah. Tapi ini bukan menjadi alibi seseorang dalam berucap "terima apa adanya". Seperti sifat, banyak pasangan yang salah satu dari mereka bahkan keduanya memiliki sifat buruk. Manja, Keras, dll. mereka menjadi kan "manusia tempat salah, jadi terima saya apa adanya!". Menurut gue sih ini bukan konteks dari "terima apa adanya" dalam arti sebenarnya. Menurut gue kata itu teoat di ucap untuk hal-hal seperti, misalkan salah satu dari mereka ada yang cacat, kekurangan (harta). itu menurut saya gue di ucapkan. Tapi untuk sifat?! menurut gue sih ga pantes, kenapa gue bilang ga pantes. Banyak mereka yang berantem karena ga suka dengan salah satu sifat pasangannya dan "protes" dengan cara mereka masing-masing. Yang satu marah karena dia berperilaku/bersifat buruk, yang satu lagi menggapa pasangannya ga bisa nerima apa adanya. Menurut gue sebuah hubungan yang serius ga seharusnya seperti ini. Sifat buruk kok di pelihara? pada dasarnya seseorang meminta pasangan atau orang lain mengubah sifat buruknya semata-mata karena mereka peduli dengan hal tersebut, dan sifat mana yang tidak bisa dirubah? menurut gue semua sifat buruk bisa dirubah kok, Cepat atau lambatnya tergantung dr mereka yang menjalankan, niat atau nggak? ikhlas atau nggak? sadar atau nggak?. ga ada yang ga mungkin kan? toh perubahan ini membawa hal positif kan? bukan terhadap pasangannya saja, namun juga orang sekitar.
Kalo contoh dari gue manja. Manja menurut gue hal yang kurang bagus, semua orang berpikiran sama kayaknya. Selain yang pastinya bakal terlihat ribet, ngeselin. Hal yang fatal adalah dinilai sombong oleh orang lain (maksudnya orang yag ga tau siapa lo). kalo orang yang udah tausiapa lo mungkin bisa mengerti, tapi yang nggak kenal? bikin jengkel mungkin ya. nah jadi ga ada salahnya kan untuk dihilangin sifat kayak gini? kalo untuk pasangan. mungkin ada kalnya bermanja-manjaan. tapi kalo over ga bagus juga kayaknya. Semua ada kadarnya kok. Minum obat berlebuhan aja over dosis. sama kayka hal ini juga. apalagi yang sampe marah atau ngambek. Berlebihan ga? menurut gue sih iya, Manja dalam pasangan ini juga harus liat situasi dan kondisi kan? 
Kebetulan gue rada ga suka sm sifat manja dan ribet, jjadi yang di bahas soal ini. Sombong bisa ditimbulkan dari image yang keluar akibat terlalu selektif, suka nyuruh dari sifat manja. orang sombong ga enak dilihat dari sisi mana pun soalnya. bawaannya ngeselin aja. Kalo orang yang ngeliat pengertian, kalo nggak? nah timbul lagi ni masalah pengertian, orang yang pengertian kadang kasian,mereka selalu mencoba memaksa mengerti akan hal yang sebenarnya sangat jelas negatif. Jadi si pemilik sifat buruk bisa lebih berusaha menghilangkan dan merubah menjadi sisi positif, dan si pengertian ini menjalankan kelebihannya selama proses perbaikan ini. Kalo hal ini terjadi kan jadi balance. lagi-lagi gue singgung maslah balance. Everythimg would run well if there's a balance. Jadi konteks "menerima apa adanya" dapat berjalan sebagaimana mestinya

Everythimg would run well if there's a balance

0 comments:

Post a Comment

 
There was an error in this gadget

Author Profile

My photo
Shout it loud and do judge a book by its cover!