like father like son

Disuatu siang seorang satpam (gue memanggilnya tile, tapi masih muda orangnya), melihat sebuah bercandaan gue dan bokap yang sudah biasa dilakukan. Lalu saat gue mau ke minimarket ketemu temen-temen gue di lapangan dan ada Tile. Lalu seketika Tile bilang (dengan bahasa betawienya)

Tile : "Dimas, Elu mah aturan masup penjara noh?"
Gue: "lah kenapa emangnya le?" (saya menanggapi dengan becanda)
Tile : "Lagiyan Bapak sendiri digituin"
Gue: "hahaha, udah biasa le"
Tile : "Dia mah kyk abang adek kalo becandanya gue liat, kagak kyk bapak sm anak....mantep"

Jadi yang dia (tile) lihat siang itu adalah gue naik motor ngebut (lebay) dan ngerem pas di depan bokap (kayak orang mau nabrak gitu), parah sih, tapi gue udah biasa becanda kayak gitu, tentunya pake perhitungan juga. Haha. Sebetulnya ga cuma Tile yang ngelihat kita seperti itu, becanda tanpa ada batas layaknya seorang Bapak dan anaknya.
Banyak temen gue yang bilang "Parah lo, sama bokap gitu. tapi asik ya bokap lo". Jangankan Temen-temen gue, gue pun sering ngomong kediri sendiri, gue mikir gue parah bener ya becandanya sama bokap gue, gak seperti seharusnya. 
Tapi gue mandang bokap gue disini sebagai sosok seorang bapak yang "Out of the dad's box", dimana dari kebanyakan yang gue liat dari bapak-bapak begitu sibuk membentuk image wibawanya di depan anak-anaknya. Menurut gue aura segan tersebut muncul dengan sendirinya ada yang terkesan memaksakan dan bahkan ga berhasil. Yang natural itu jauh lebih keren dan ngefek.
Seperti anak cowok kebanyakan yang selalu bersitegang dengan sang ayah, beda perspektif, dll. Gue sering juga bersitegang.  Tapi itu menurut gue itu wajar, tapi kalo sampe lo membenci Bokap lo karena perbadaan tersebut itu namanya lebay (mungkin kebanyakan nonton serial telivisi indonesia a.k.a Sinetron).  Kalo benci itu yang udah mangkir dari tugas seorang ayah, ya nafkahi, lindungi, dll.
Bokap gue sangat pandai menempatkan dirinya didalam keluarga, Dia bisa main smack down sm gue cuma karena rebutan suatu barang, bisa marah saat gue salah, bisa bijak saat dihadapkan pilihan, bisa jadi pelawak yang super kocak (kalo di lawak dia itu yang suka diledekinnya ex : dono, narji *jelek2 amat yak). dengan sikap itu semua dia ngebentuk imagenya sesuai alur, tanpa di paksakan dan natural. Gue bisa ngomong "gue elo" bahkan ledek-ledekan saat bercanda, gue bisa diem seribu bahasa saat dimarahin, gue bisa gak jadi ambil sesuatu keputusan karena advice Bokap gue. Bokap gue membuat image yang bersahabat tapi disegani. dengan begitu gue gak pernah takut sama Bokap gue, karena menurut gue orang tua itu bukan ditakuti tapi dihormati.



He didn't tell me how to live; he lived, and let me watch him do it.  ~Clarence Budington Kelland


 And this is a video from you tube about father and son


2 comments:

  1. super dad..

    sulit sekali utk jadi orangtua yang bisa akrab dengan anak-anaknya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah terima kasih atas kunjungan dan pujian untuk ayah saya. :)

      Delete

 
There was an error in this gadget

Author Profile

My photo
Shout it loud and do judge a book by its cover!