Heroes did not make history, Winner made it




Semalam saya baru saja menyaksikan film "The Three Musketeers", film yang berslogan "Born To Be Heroes, Trained To Be Warriors, Destined To Fight Evil", mengisahkan tiga prajurit elit yang melayani Raja Prancis sebagai penembak (Musketeer) terbaik yang melindungi sang raja dari konspirasi yang ingin menggulingkannya. Film yang terinspirasi dari novel Alexandre Dumas "Les Trois Mousquetaire" March–July 1844. 
Di film itu ada sebuah dialog dari salah satu tokoh (Athos) "Heroes didn't make history, winner made it". Entah mengapa, kalimat itu menginspirasi saya untuk menulis blog ini. Dimana kalau diartikan kedalam bahasa "pahlawan tidak membuat sejarah, namun pemenanglah yang membuat", saat memndegarkan kalimat tersebut saya tersentak untuk berfikir tentang pahlawan dan sejarah. "Pemenang" tak selamanya orang yang baik, pahlawan sendiri tak selamanya jadi pemenang. Dari kamus besar bahasa Indonesia pahlawan diartikan sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. Dari definisi tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa pahlawan tidak selalu 'menang', mungkin mereka menang dengan caranya sendiri. Jika kita mengaitkan dari kutipan dialog Athos tadi dengan Sejarah, kita bisa berfikir bisa saja sejarah yang ada saat ini beberapa hanya karangan dari Sang "Pemenang". Mereka bisa saja memenangkan dengan cara yang tidak sehat atau bisa dikatakan curang. 
Bicara soal Sejarah berarti cerita yang sudah terjadi sebelumnya atau masa lalu. mungkin sejarah kebangsaan setiap negara berbeda-beda, yang disajikan di pendidikan khususnya di Indonesia merupakan sejarah sang "pemenang". Karena pemenang bisa saja membinasakan bukti - bukti yang memojokan diri mereka, kalaupun ada yang mengetahui kebenarannya mereka tidak bisa langsung mempublikasikan kebenaran yang ada. Mungkin kalau itu semua terjadi di zaman dimana teknologi sudah seperti sekarang, mereka bisa mempublikasikan melalui internet atau media (yang sangat kental akan isu-isu). Namun itu juga masih bisa di sabotase, maksudnya di hilangkan juga. Namun sulit rasanya hal seperti itu langsung hilang di dunia maya ini, penyebaran begitu cepat dan sulit bahkan tidak bisa dihentikan.
Dahulu mungkin saksi hidup 'kebenaran' sejarah tersebut hanya dapat menyebarkan melalui mulut ke mulut. Tapi pernahkah kalian memdengar cerita, fakta atau menyaksikan kisah dimana seseorang tewas secara mendadak atau menghilang bagai di telan bumi? dimana beberapa pelakunya adalah sang "pemenang" dan antek-anteknya? ini yang dimaksud salah satu menghapus jejak guna membuat Sejarah. 
Mungkin juga kalian sering mendengar pernyataan atau statement mengenai beberapa sejarah yang masih dipertanyakan? mungkin di Indonesia seperti peristiwa G30SPKI yang konon katanya didalangi oleh Soeharto? atau pertanyaan-pertanyaan lain? Kita mungkin harus menggali lagi sejarah tersebut dengan berbagai referensi dan itu sangat sulit, karena makin terasa sulit untuk mempercayai setiap sejarah yang berbeda-beda. Hal ini bisa membuktikan bahwa kalimat yang di kemukakan Athos pada film "The Three Musketeers" benar adanya dan sejarah yang ada tidak sepenuhnya merupakan kebenaran dan membuktikan pula bahwa orang lebih berlomba menjadi "pemenang" dengan berbagai cara dibanding menjadi orang yang menjujung jalan pada kebenaran. Berlomba menjadi orang nomor satu di masing kelompok, institusi, negara dan lainnya?

"Heroes did not make history, Winner made it"

1 comments:

  1. kunjungan gan.,.
    bagi" motivasi.,.
    fikiran yang positif bisa menghasilkan keuntungan yang positif pula.,..
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

    ReplyDelete

 
There was an error in this gadget

Author Profile

My photo
Shout it loud and do judge a book by its cover!