Aparat Keparat!

Pagi ini membaca berita di Detik dan membaca Timeline di Twitter sedang heboh mengenai penjebakan razia narkoba yang dilakukan di Jalan Bangka Kemang tadi malam. Hal ini di alami seorang wanita sekitar pukul 1 malam. Ngapain ya jam segitu baru pulang? ya itu urusan pribadi wanita itu. Hampir setiap hari di Negeri saya yang makin kacau ini pasti ada isu yang bisa di komentari.



Kali ini saya ingin beropini tentang Polisi yang katanya melindungi masyarakat, tentunya dengan dengan aplikasi pengalaman pribadi saya juga. Polisi sekarang ini menjadi momok yang "menjijikan" bagi sebagian bahkan mayoritas masyarakat Indonesia. Namun bukan berarti di kepolisian tersebut tidak ada yang "lurus", ya tapi namanya juga manusia apalagi masyarakat kita hampir semua yang di ekspose itu yang buruk kan? Tapi saya pribadi juga tidak suka bahkan sangat tidak suka dengan mereka.

Almarhum Kakek saya merupakan seorang veteran Polisi dengan jabatan terakhir Bintang 1 (dilihat dari lencana di fotonya), Beliau merupakan  salah satu ajudan Presiden Ir. Soekarno (menurut cerita ayah saya). Kebetulan ketika saya lahir sepertinya Kakek saya sudah pensiun. Ayah saya merupakan Anak bungsu beliau, dan saya merupakan anak bungsu ayah saya, jadi saya ini cucu terakhir Beliau (ribet banget ya jelasinnya). Ayah saya berkeinginan bahwa salah satu Cucu Kakek saya ada yang meneruskan beliau dan kebetulan Kakak-kakak dan Sepupu saya tidak ada yang menjadi penerus. Ya Karena saya cucu terakhir, saya yang menjadi harapan Ayah saya terakhir. Saya pribadi sama sekali tidak menyukai profesi tersebut, cita-cita saya dari kecil adalah seorang arsitektur atau designer grafis. Namun kini Saya nyasar di Jurusan Ekonomi (haha). Kembali ke polisi, untuk menjadi seorang polisi diwajibkan mengikuti Akademi, yang kita kenal dengan sebutan AKPOL dan betapa beruntungnya saya ketika saat kelulusan saya (2008) periode pendaftaran AKPOL dengan lulusan SMA ditutup dan hanya menerima lulusan Sarjana kalau tidak salah. Otomatis hal tersebut menggagalkan sementara angan Ayah saya untuk menjadikan saya penerus Kakek saya.

Di tahun 2009 ternyata periode AKPOL untuk lulusan SMA dibuka kembali, tapi seperti yang saya ceritakan pada artikel sebelumnya Derajatku dan Keluargaku , Ayah saya tidak lagi memiliki biaya berlebih untuk "menghanguskan" Biaya yang sudah Beliau keluarkan selama 1 tahun saya kuliah di UNJ. Lagi-lagi saya harus bersyukur kepada Alloh, pantaslah isi penggalan Ayat surat Ar-Rahman "Maka Nikmat Tuhan kamu manakah yang kau dustakan?" . Walaupun belum tentu lulus AKPOL, hal ini membuat saya tidak memiliki profesi yang tidak saya sukai. 

"Maka Nikmat Tuhan kamu manakah yang kau dustakan?"
Ketidaksukaan saya kepada Kepolisian baik Polisi lalu lintas atau yang lain bukan hanya karena saya tidak menyukai profesinya, melainkan dengan pemberitaan mengenai oknum-oknum yang bermasalah dan tentunya pengalaman pribadi. Karena saya baru berinteraksi dengan polisi lalu lintas, ya jadi pengalaman saya banyak tentang polisi lalu lintas dan tidak jauh-jauh dari Kasus penilangan dan saya memiliki pengalaman yang sangat membuat saya membenci mereka.

Saat itu saya sedang berboncengan dengan pacar saya (sekarang sudah jadi mantan, haha). Bagi yang tinggal di wilayah Jakarta timur atau bekasi seputaran Kalimalang pasti mengetahui yang namanya Transito. Di pertigaan jalan itu sering Polisi "mangkal", saya hampir setiap hari melalui jalan tersebut. Dan hari itu saat menunggu lampu lalu lintas saya diminta di menepi. Ya sudah mengertilah ya apa arti menepi ini.

< Seperti ini helm yang dipakai yang mencerminkan seorang scooterist 



Polisi: "Selamat siang mas, bisa tunjukan surat-surat nya?"
Saya: "Ini pak lengkap"
Polisi: "Maaf mas, yang dibonceng menggunakan helm yang bukan SNI"
Saya: "Tapi saya lewat setiap hari loh pak, dan selalu ada polisi"
Polisi: "Mungkin saat itu rekan-rekan saya lengah"
Saya: "Masa lengah setiap hari pak, ga bener dong kerjanya"
Ex (pacar saya) : "Iya pak, banyak gak pake helm juga kok"
Polisi: "Mana mungkin, coba kasih tau saya kalau ada, nanti saya kembalikan"

Mantan pacar saya ini orang memang beremosi tinggi, dan ketika saya masih berargumen dengan polisi tersebut dia ternyata mencari pengendara yang tidak memakai helm dan entah dapet dari mana dia membawa Seorang pengendara dengan 2 anaknya tanpa menggunakan helm.

Ex: "Nih pak, dia gak pake helm"
Saya: " Tuh paka, saya udah bawa, balikin surat-surat saya"
Polisi: "Iya sebentar dulu, saya tulis dulu"
Saya: " Ga bisa pak, setahu saya kalu sudah ditulis itu saya harus tetap mengurus"

Seperti yang tadi saya bilang manatan saya emosian dan dia langsung merebut surat-surat saya. Tahu apa yang dilakukan polisi itu? Dia mendorong dan ternyata setelah kejadian mantan pacar saya terkena pukulan di Pipinya. Sontak saya mendorong polisi itu, dan mantan pacar saya menarik lencananya hingga putus.

Saya: "Jangan kasar sama cewek pak!"
Polisi: "Dia main ambil gitu aja!"
Saya: "Ya terus harus begitu? gak punya istri atau anak cewek?!"

Mendengar kejadian itu sang pimpinan menghampiri dan seorang rekannya membawa si polisi kasar agar menjauhkan dari saya. 

Saya: "Pak ajarin anak buahnya, biar ga kasar sama cewek"
Polisi: "Dia begitu pasti ada sebabnya"
Saya: " Cemen amat polisi begitu! bapak punya istri kan? gimana kalo istri bapak digituin?"
Polisi: "Jangan bawa-bawa istri saya! Kamu mau berantem sama saya?"
Saya: "Kakek saya juga polisi tapi gak pernah kasar sama cewek!"
Polisi: "Terserah mau diajukan aduan juga ga ada barang bukti"
Saya: "Gilak lo!"
Polisi: "Ayo kalau kamu berani melawan saya"


Pimpinan polisi tersebut berjalan kearah sebuah SPBU yang sudah tutup dan biasa menjadi tempat mereka menaru kendaraan. Karena melihat sang pimpinan emosi rekannya memisahkan saya yang juga emosi, dan menanyakan mengnai apa yang terjadi. dan akhirnya manatan pacar saya itu memisahkan juga. dan mengambil surat tilang. Saat pulang saya berniat kembali mendatangi sang polisi namun sudah tidak ada di TKP. Sayangnya di surat tilangnya tidak terlihat namanya, karena tulisannya seburuk sifatnya.

Itu yang menjadikan saya semakin anti terhadap mereka polisi lalu lintas. Mungkin sudah bisa dibilang busuk! lihat saja di artikel detik tersebut, mereka seakan merekayasa kejadian, dan coba lihat sikap mereka di jalur Busway. Memang sudah ada aturannya kalau jalur tersebut tidak boleh dilintasi, tapi seharusnya mereka itu berdiri di "pintu" jalur busway tersebut agar tidak ada yang melintasi, namun yang terjadi mereka "mangkal" di ujung jalur tersebut! kalau sendiri mungkin wajar karena dia sekalian mengatur lalu lintas di persimpangan, tapi ini banyak, lebih dari 2 orang, buat apa berkumpul di ujung jalur itu? kalau niatnya menegakan tata tertib kenapa tidak mencegahnya dengan "mangkal" di pintu jalur?

Rasa lelah kalau terus mencari kesalahan mereka, bukannya su'udzon atau membicarakan keburukannya, tapi ini menjadi salah satu bahan acuan kalau institusi tersebut tidak lagi sehat! Saya pun masih memiliki saudara dan teman yang menjadi polisi, dan saya harap mereka bukan bagian dari polisi seperti mereka yang buruk.

Dan untuk kalian yang membaca artikel ini disarankan untuk waspada terhadap razia-razia yang meminta mengeledah kendaraan anda, karena sudah banyak kasus oknum yang menaruh narkotika ke kendaraan anda dan menjadikan anda tersangka! sebaiknya dampingi kalau perlu anda yang membuka dan memeriksa dan suruh petugas yang melihat anda membongkar isi kendaraan anda.



25 comments:

  1. setujuuuu. saya juga sering kena tilang polisi dengan alasan-alasan ga jelas. bahkan pernah cuma gara-gara pentil doang saya kena tilang

    www.linuxku.com

    ReplyDelete
  2. naudzubillahi min dzalik... semoga keluargaku ga da yang jadi polisi :|

    ReplyDelete
  3. hemmmmm saya juga pernah dijebak polisi gak melanggar tetap aja ditilang....hemmmm tapi gak berani berantem mas sam dia hehhehehe

    ReplyDelete
  4. @Rizal: Waduh saya harus beli pentil ban baru nih, ilang satu punya saya

    @Brown Sugar: Mudah2an polisi bisa berubah mbak :)

    @fauzul andim: Saya kalau cuma ditilang doang jg ga bakal berantem mas, tapi kan dia udah melebihi batas

    ReplyDelete
  5. saya kalo sudah berurusan sama polisi kayak gitu lebih baik ngalah dari pada saya ditangkep karena bunuh orang (ya pulisi tadi itu)..

    ReplyDelete
  6. salam kenal ya sob.., followx sukes.., makasih tuk infox di blog sy.., btw mayoritas masyarakat indonesia tdk menyukai polisi.., ada data statistikx gk sob...?, happy blogging... *smile

    ReplyDelete
  7. wahhh, begitu yah sobat...
    kadang-kadang polisi juga cari2 kesalahan orang biar kena tilang :))

    ReplyDelete
  8. ya, oknum memang banyak ya Mas. saya tapi masih berharap, semoga di antara mereka masih ada yang bersinar terang sebagai polisi yang lurus. refer to masalah polisi yang memfitnah itu, saya heran, gejala negara macam apa ni dengan keberadaan polisi yang seperti itu. keparat sekali memang.

    ReplyDelete
  9. bukan rahasia lagi sob, sifat penegak hukum kita seperti itu, ane juga pernah ditilang, tapi dikasih uang receh juga udah diem tuh polisi....

    ReplyDelete
  10. kalo aparat kita kelakuannya semacam itu (meskipun cuma oknum), mana mau lagi masyarakat percaya ma mereka.. berantas, lakukan saja pemutihan aparat.

    ReplyDelete
  11. terima kasih kunjungannya ke blog saya,
    saya berkunjung nalik nih,

    saya termasuk anti sama yang namanya P*lisi,
    apalagi yang lalu lintas,
    waktu kuliah dulu sering bgt ditilang, sampe kita punya sebutan sama mereka: Ijo-Ijo Kampret..!

    o iya, blognya udah saya follow, ditunggu foll-backnya lho..

    ReplyDelete
  12. saya juga sering menemui polisi seperti itu terlebih lagi sekarang sudah ada flyover di daerah dekat rumah ane, polisi2 yang harusnya mengurai kemacetan malah menyalahgunakan wewenangnya, Negeri ini memang sudah kronis, dimana oknum2 pemerintah yang harusnya "melayani dengan hati" malah "melayani jika ada upeti"

    ReplyDelete
  13. bener benr nih negara kita semakin kacau sobat, aparatnya saja tidak menghargai perempuan,,,

    suatu negara itu akan hancur jika perempuannya hancur...

    ReplyDelete
  14. Saya setuju dengan sharingnya mas Geel, Kacau deh.....

    ReplyDelete
  15. @affanibnu: Dalam hal ini ga bisa ngalah bro :)

    @rohis facebook: gak ada statistiknya sob, kan cuma opini :), dari komen disini jg bs di ambil samplenya. :)

    @Bang dayat, zach flazz, muro, yahya, yudi, Hzndi, isnan, asis, bagus.

    Semoga akan ada mukzizat dalam organisasi ini agar bisa sembuh sob.

    ReplyDelete
  16. Wah parah ya :(
    Duh itu kasian pacarmu mas masa' dipukul...

    ReplyDelete
  17. ane paling benci tu polisi jalanan, ..pengen berantam ja tu kalau lihat polisi..(berantam sama polisinya).

    ReplyDelete
  18. Sebenarnya tidak semua begitu ..... Tetapi lebih banyak yang seperti itu. mungkin 10 banding 90

    ReplyDelete
  19. waduhh pengalaman yang kurang mengenakan ya sobb
    yang sabar aja yaaa .....polisi sudah cape kali kerja terus jadi galak



    Sekalian nie sob folow#66
    di tunggu nie folow baliknya makasi

    ReplyDelete
  20. Polisi oh Polisi..... Tua-tua padi makin tua makin menjadi... tapi kok menjadi kayak gitu c? Aneh tapi Nyata....

    ReplyDelete
  21. NICE POST GAN...
    Tob markotob, ane berikan acungan jempol buat postingan ini.
    Kalau ane suruh bikin artikel tentang pengalaman ane tentang "Polusi" mungkin bs dijadikan sinetron hingga beberapa episode.
    wkwkwk...., secara hidup ane berada di jalanan untuk melakukan pengiriman Bibit

    Salam blogger aj gan...
    www.MitraBibit.com

    ReplyDelete
  22. tapi ga benci sama gue kan el? T_____T

    ReplyDelete
  23. @windu: Wahaha lo polantas ndu? ya asal lo lurus mah gak benci lah :))

    ReplyDelete
  24. Dasar keparat mereka itu!!! Mentang2 punya senjata ama dibelain kelompoknya mereka bisa seenaknya ama wong cilik gitu???!!! Dasar wong licik oknum2 polisi itu!!!!!

    ReplyDelete

 
There was an error in this gadget

Author Profile

My photo
Shout it loud and do judge a book by its cover!