3 Negara 5 Kota 10 Hari cuma 4 juta!

Sebetulnya artikel ini dibuat untuk membayar hutang gue kepada diri sendiri untuk membuat artikel tentang perjalanan gue backpacker-an ke 3 negara 2 tahun lalu. Rencana awalnya bikin 4 artikel yang berisi latar belakang pergi, dan ulasan masing-masing negara. Namun, baru dua artikel yang sudah dibuat dan akhirnya gue hapus bersamaan naiknya artikel ini ke blog. Kenapa gue hapus dan gak milih untuk melanjutkan 2 artikel tambahan? Pertama jarak sudah terlalu lama, terlalu panjang meskipun detail dan yang pasti dan alasan final kenapa gue milih bikin baru adalah gue lupa detail untuk meneruskan artikel lanjutan (haha).

Jadi singkatnya, artikel ini ulasan singkat mengenai trip terpanjang dan terjauh yang pernah gue jalanin. Tahun 2012 lalu tepatnya bulan Oktober merupakan awal trip gue bersama salah seorang sahabat gue Teguh a.k.a Toge. Tahun 2012 harusnya menjadi semester terakhir (Semester 8) kita berdua menempuh kuliah, kuliah tuntas tinggal skripsi. Dengan percaya diri sekitar bulan Maret 2012, kita memutuskan untuk bikin trip panjang keluar negeri dengan tema "Pesta Kelulusan". Saat itu kita ngerjain skripsi sambil kerja di www.streetdirectory.co.id dibilangan Slipi. Saat itu kita melihat promo dari Airasia yang memberikan harga murah untuk keberangkatan bulan september-november. Punya tabungan? nggak, jadi kita memutuskan untuk membeli tiket perginya saja dulu, kenapa? karena uangnya baru cukup untuk beli tiket pergi. Nekat? iya nekat, karena gue berpikir kalau kita gak nekat kita gak punya beban untuk memotivasi menabung. Kita milih tanggal 10 Oktober untuk terbang ke phuket. Kenapa Oktober dan Phuket? seperti di awal temanya adalah "Pesta kelulusan" dan Phuket menjadi tujuan karena terobsesi oleh phiphi Island tempat syuting film The beach.

Singkat cerita setelah uang terkumpul dan terbeli tiket pulang dari Singapore, Kok Singapore? iya kita merubah total planning awal dari destinasi, tema dan budget. Ini trip keluar negeri kita yang pertama dan seperti pada umumnya traveler pasti cari info mengenai destinasi tujuan. Dan kita menemukan sebuah blog yang melakukan perjalanan hemat menyusuri sebagian negara Asia Tenggara dan memeutuskan untuk memodifikasi. Di blog tersebut rutenya adalah Bangkok - Phuket - Penang - KL - Singapore, karena kita udah kepalang beli tiket ke phuket jadi kita bikin rute sendiri yang sama sekali gak efektif di awal Phuket-Bangkok-Penang-KL-SG. Yang efektifkan dari utara turun ke selatan, tapi di awal kita malah bolak balik. Yang lucunya korban dari kenekatan kita adalah tema, kita gak ada yang kelar ngerjain skripsi! karena terlalu fokus kerja untuk biayain trip ini (haha) dan efek kampus dan jurusan gue yang terkenal susah masuk susah keluar. Dan kami pun resign dari kerjaan untuk menjalani trip nekat ini dan nantinya fokus skripsi. Sekarang kami berdua telah lulus dengan menambah masa waktu 1 tahun.


Gue wisuda duluan kemudian disusul Toge 6 bulan setelahnya

Ok tiba saatnya keberangkatan kita ke Phuket dengan Airasia, harga tiket saat itu kurang lebih 700rb/orang. Oh iya semua tiket sudah dibeli, kamar sudah dipesan melalui www.booking.com tanpa booking fee. Untuk trip phuket kita menggunakan jasa dari travel milik Phutachat hanya untuk phi phi island tour dan penjemputan dari bandara ke hostel tempat kita menginap. Kenapa? karena untuk trip phi phi ini agak susah untuk "ngeteng" apalagi untuk berdua dan untuk transportasi, hal ini dikarenakan kita tiba sekitar pukul 9 mlm dari info yang dicari bis murah untuk ke phuket town masih ada namun dari phuket town ke patong yang sudah sulit. Alhasil hasil hitung-hitungan memustuskan menggunakan jasa phutachat. Kalau di ibaratkan Airport phuket itu gilimanuk, phuket town denpasar, patong itu kuta. 

Dapet Free Sim Card yang bisa dipake 2 hari internetan

Setelah sampai di Baan Nitra Guest House di Patong Beach, kami menunjukan print out bukti booking. Untungnya pihak pengelola melakukan kesalah, kelas kamar yang kami book full (double bed fan room without bathroom), sehingga kami dikasih kamar kelas satu (doubele bed plus singlebed AC room with bathroom)  dengan harga kelas dua 399THB. Setelah sight seeing sebentar kita tidur untuk menyambut trip besok phi phi island tour. Keesokan harinya kita dijemput oleh travel untuk menuju dock yang lumayan jauh, tour ini berbiaya 1100THB/orang all-in (antar jemput penginapan, coffee break, sewa kapal + tour guide, makan siang (halal), snack, alat snorkeling tanpa kaki katak).

Ini Kamarnya, ada balkon view dari Lt. 3 keren (Maap berantakan)
                                   
Setelah tour phi phi island dari pagi hingga sore hari, selepas bersih-bersih dan istirahat kami city tour lagi di patong beach dengan berjalan kaki. Kita bawa bekel khusus di thailand selain karena takut nyari yang halal agak sulit dan untuk hemat biaya. Kami membawa rendang dan kering kentang yang awet berhari-hari, jadi tinggal nyari nasinya aja selain pastinya bawa mie seduh instant (kita memilih mie gelas untuk efisiensi isi tas. 
Maya Bay!

Bawaanya pengen nyemplung!
Joss!!

Keesokan harinya kita meluncur ke phuket town untuk ke terminal menuju bangkok yang menempuh waktu sekitar 12 jam dari phuket town. kita pilih jam berangkat agak sore agar sampai di bangkok pagi sehingga menghemat biaya penginapan dan sempat city tour di phuket town, jangan takut busnya sangat nyaman dan hampir semua bus jarak jauh double decker (bertingkat) seharga 525THB/orang. Hal Lucu di thailand yang bikin kaget gue adalah ritual berdiri mendengarkan lagu nasional. Saat gue lagi duduk liat foto di camera, tiba-tiba seorang cewek berhenti depan gue percis dan gak gerak! gue bingung kan, terus lagu mulai dan gue liat sekeliling semua juga pada berdiri.

Ini transportasi biar kyk odong-odong berentinya harus di bus stop! ga bisa sembarangan

Double Decker!

Ritual Wajib Warga Thailand di Jam 7 pagi dan 6 Sore

Setelah sampai Bangkok, kita menuju hostel untuk check in dan menaruh back pack yang berat. Kali ini kita mengambil kelas dormitory 4 orang satu kamar di Backpacker guesthouse harganya tapi lupa, pokonya kurang lebih sekitar IDR 90rb/org. kita cuma 2 hari satu malem di bangkok, city tour "ngeteng". Kita gak ke Wat Pho (patung budha tidur) karena biayanya mahal tapi kita kunjungan ke pusat Jersey KW yang beredar di Indonesia. Gue beli satu buat buktiin harga aja, disana sekitar IDR 70rb/kaos kalo eceran (tanpa niat merusak pasar jersey KW di Indonesia). Hal yang lucu di Bangkok ini adalah jarang warga lokal bisa English dan Macetnya parah. Setiap sampai di kota tujuan hal yang pertama kita lakukan adalah mengaman kan tiket utk ke destinasi berikutnya. Awalnya mau nyobain sleeper train untuk ke penang, tapi full book seminggu. Jadi kita ke Southern bus terminal untuk kejar bus ke hatyai (perbatasan) yang kemudian disambung minibus ke penang harganya lupa (maaf ya). Jadi dihari terakahir kita dibangkok kita mau menuju ke terminal tempat bus berangkat pukul 5.30PM, kita jalan dari hostel pukul 2.30PM. Apesnya kita salah naik bus dan macet! padahal udah kasih spare waktu cukup jauh dari keberangkatan. Untungnya dalam satu bus itu ada sati ibu-ibu yang bisa English, dan menyarankan kita untuk turun dan ganti bis. Sampai di terminal pukul 6.30, panik luar biasa. karena tiket plg udah dibeli jadi harus memanage waktu dengan bijak. Untungnya lagi kita masih bisa naik bus selanjutnya pukul 6.45. 

Sampai di hatyai pagi hari dan sambung mini bus ke penang. di minibus kita ketemu mbak dyna dan Ryan backpacker kawakan yang muter-muter dan gak pulang pulang terkenal dengan akun twitter @duaransel. Sampai di Butterworth. Kita beli tiket untuk ke KL dan sekaligus KL-SG kalau gak salah masing masing sekitar 31MYR/orang. Di Penang kita cuma one day trip ngejelajahin kota tua khas penang. dan seperti biasa untuk menghemat waktu dan biaya penginepan kita selalu ambil bus terakhir. Kita berangkat dari Penang pukul 00.00 dan tiba di UTC KL pukul 5.30am. Seperti biasa langsung cari hostel, sama seperti di bangkok kita sewa dorm namun kali in 6 orang satu kamar seharga 20MYR di Travelhub Guest House di bilangan petailing street (china Town). Karena tiket untuk ke SG aman kita langsung jalan jalan di KL, ke Batu Caves, Petronas, dan KL tower (cuma gak naik soalnya mahal). Kita stay 2 hari semalam di KL, karena sudah gak ada tujuan lagi, untuk menunggu jam berangkat ke SG sekitar pukul 9 malam kalau tidak salah. Kita cuma nebeng di Bus GoKL yang gratis dan free wifi, oh iya selama trip ini berlangsung kita selalu jadi fakir wifi jadi semua hostel yang disinggahi harus ada wifi. 
ini van yang bawa kita dari Hat Yai sampe ke Penang

Ketemu Nomad Backpackers Mba Dina sm Mas Ryan

Sewa sepeda buat city tour di Penang 1 berdua yang dibonceng sengsara! :))

Selalu siap jas hujan!

The Ex Highest Building in the world

KL Tower

Sesampainya di Singapore pukul 4.30am, kita kepagian! moda transportasi yang ada hanya Taxi. Sehingga kami ke Merlion Park tempat patung "Singa Jackpot" berada dengan berjalan kaki, asli jauh! sampai di merlion kita nayri wifi dan istirahat sambil nunggu transportasi umum buka (pukul 06.00). Tapi Singanya masih sehat, belum jackpot! haha. Setalah foto dengan "Singa jackpot" kita menuju ke stasiun mrt terdekat untuk membeli one day pass. Kita cuma sehari semalem di Singapore dan ke singapore tujuan cuma ke Universal Studio (51SGD) dan lebih murah beli di Indonesia di season city, beli langsung di TKP 56 SGD. sebelum menuju ke Sentosa Island tempat Universal Studio, kita ke Changi untuk nitip bawaan di counter. Di Singapore kita wujudin mimpi kita untuk sleeping in airport! karena pesawat kita pagi jam 8 dan harga hostel yang cukup mahal di Singapore dan Changi yang terkenal dengan kemegahannya jadi jangan takut untuk susah cari apapun karena hampir semua ada! Hal lucu di Singapore adalah saat kami di Batu Caves KL kami menemukan dua buah tiket USS (universal studio singapore) yang bentuknya percis dengan yang sudah kami bawa dari Jakarta (FYI: tiketnya gak pake tanggal cuma bedain weekday sama weekend karena beda harga dan ada keterangan valid sampai waktu yang ditentukan). Ya namanya juga pengen untung, kita coba masuk pake tiket temuan itu, dengan rencana tiket yang dibeli di Jkt bakal kita jual. Apesnya, ternyata tiketnya sudah dipakai! padahal gak ada tanda yang membedakan dengan punya kita yang beli dan kita baru sadar semua serba digital, disini pakai barcode untuk masuk. Karena Malu kita masuk dari loket lain dengan tiket asli dan menikmati serunya USS ini. 
Sampe Subuh, Nunggu Singanya Jackpot

Akhirnya dia muntahhh!!!

Ini yang bikin dufan serasa pasar malam, hehe

Setelah selesai dari USS kita cari makan di china town, susah nyari yang bener bener halal, maksudnya ada ayam tapi ada menu babi juga. Akhirnya kita makan nasi padang yang kurang sedap di sebuah mall China town. Setelah itu kita kembali ke changi untuk cari lapak tidur dan wifi-an dan pengalaman sleeping in airport menutup Trip 3 Negara 5 Kota 10 hari kami! perjalanan yang seru dan penuh dengan keberuntungan! hasil nekat kami ini gak kebayar puasnya cuma menghabiskan sekitar 4 juta rupiah (Tiket PP,Penginepan, Makan, Ongkos city tour, Phi Phi Island Tour, Ongkos antar negara, dan tiket USS) murah bukan?

Sleeping in Airport!


Pesan Gue sebagai newbie yang beruntung dan terencana untuk trip luar negeri hemat adalah sewa kamar dormitory (selain murah dapet temen baru banyak dari berbagai negara), berani ngomong walaupun "blepetan" Englishnya karena mereka juga ngerti apa maksud kita, kemudian lakukan google maps street view untuk akses menuju hostel dan terminal tujuan sehingga gak buta buta amat karena hasil street view gak terlalu beda jauh dengan aslinya sehingga kalian mengetahui patokan-patokan sebagai tanda biar gak nyasar! Salam backpacker! LET'S GET LOST!


Please be a traveler, not a tourist. Try new things, meet new people, and look beyond what’s right in front of you. Those are the keys to understanding this amazing world we live in – Andrew Zimmern



0 comments:

Post a Comment

 
There was an error in this gadget

Author Profile

My photo
Shout it loud and do judge a book by its cover!